Materi 5 TSM Stator

Lembar Kerja Siswa .

Klik Disini


Menurut asal kata, stator merupakan bahasa Inggris yang berasal dari kata static yang artinya diam, static adalah kata keterangan. Static mendapatkan perubahan akhiran menjadi stator yang menunjukan alat atau benda yang diam .

Pada kendaraan bermotor yang dimaksud dengan stator adalah kumparan yang diam, dalam bahasa Inggris kumparan adalah Coil yang kita adopsi menjadi ‘Koil’ .

Pada sepeda motor  komponen yang disebut Koil itu adalah komponen kelistrikan sepeda motor yang berfungsi untuk menaikan tegangan  sebelum disalurkan ke Busi, bentuk gambar Koil sebagai berikut :

Didalam Koil itu terdapat kumparan, yakni kumparan primer dan kumparan skunder, dimana kumparan skunder jumlah lilitannya lebih banyak dikarenakan step up voltage ( menaikan tegangan ). Kumparan primer dan skunder pada Koil dibalut oleh Rubber Moulded atau pelapis karet agar tidak tembus air dan aman . Mengenai Koil nanti akan dibahas pada bagian terpisah, untuk pertemuan kali ini akan fokus pada stator .

Stator di kalangan perbengkelan dikenal dengan istilah Spul, yang sebenarnya merupakan bahasa Belanda yaitu Spoel. Arti Spoel atau yang lebih kita kenal Spul adalah kumparan . Stator dan Spul pada dasarnya merupakan barang yang sama .

Pada pembahasan bidang teknik, lebih resmi menggunakan istilah Stator dari pada Spul, sehingga pada pembahasan ini dipakai istilah Stator saja, agar tidak membingungkan .

Sesuai dengan namanya Stator pada kendaraan sepeda motor merupakan kumparan yang diam, sebagaimana gambar berikut :









Posisi stator berada pada blok mesin samping kiri, yang tepat satu posisi dengan mangkok magnet. Hal ini dikarenakan agar terjadi induksi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh putaran magnet pada sebuah kumparan . Mangkok magnet merupakan magnet permanen .

Magnet Permanen disebut Ferromagnet yaitu bahan yang menghasilkan medan magnet. Magnet permanen terbuat dari bahan feromagnetik, seperti besi, dan dibuat ketika bahan ditempatkan di dalam medan magnet. Ketika medan magnet dihilangkan, objek tetap magnet.








Induksi elektromagnetik yaitu listrik yang dihasilkan oleh perubahan fluks magnet. Dimana pada sepeda motor, magnet berputar pada kumparan yang diam yaitu stator .

Dasar teori dihasilkannya arus dan tegangan dari interaksi gerakan magnet pada sebuah kumparan yaitu hukum Faraday dan Henry yang menyatakan : “ Besarnya ggl induksi ( listrik induksi ) antara ujung – ujung loop penghantar ( kumparan ) berbanding lurus dengan fluks magnet “ . Hukum tersebut dituliskan sebagai berikut :












Radian ( Rad ) adalah lintasan sudut yang ditempuh, atau dapat juga menunjukan  putaran .

Gambaran tentang Radian adalah sebagai berikut :

Konversi ( Pengubahan satuan ) RPM ke RPS atau sebaliknya :

RPM adalah Radian per Menit .

RPS adalah Radian per Sekon .

RPM atau RPS menunjukan kecepatan sudut rotor atau putaran mesin.







RPM mesin sepeda motor pada kondisi langsam sekitar 5000 RPM sampai dengan 1200 RPM . Ketika rotor atau mesin berputar dengan RPM tertentu maka mangkok magnet berputar mengelilingi stator, pada kondisi ini terjadilah Induksi Elektromagnetik dan menghasilkan arus dan tegangan listrik AC ( Alternating Current ) atau arus listrik searah, out put arus pada stator dialirkan melalui kabel putih menuju Kiprok, pada kiprok diubah menjadi DC . Setelah diubah menjadi arus DC ( Direct Current ) dialirkan ke kunci kontak melalui kabel merah .








Arus keluaran stator yang dialirkan melalui kabel hitam list merah, merupakan arus AC, kemudian diteruskan ke CDI. Pada CDI ini diubah dulu menjadi DC dan kemudian disimpan pada CDI sebagai sumber energy listrik yang dibutuhkan untuk dialirkan ke Koil.






















































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 1 TSM Sistem Pengisian Sepeda Motor