Materi 6 TSM Regulator Rectifier
Lembar Kerja Siswa
Regulator Rectifier adalah alat yang berfungsi untuk menstabilkan
dan menyearahkan arus AC menjadi arus DC ( Direct
Current = Arus Searah ).
Pada sepeda motor arus dan
tegangan dihasilkan oleh sebuah komponen yang bernama Stator atau Alternator . Dibengkel
atau masyarakat secara umum menyebutnya Spul . Asal kata Spul berasal dari
bahasa Belanda yaitu Spoel .
Arus yang dihasilkan dari Stator
merupakan arus bolak – balik atau arus AC (
Alternating Current ). Arus AC adalah arus yang nilai dan arahnya selalu
berubah – ubah . Hal yang mendasari Stator menghasilkan arus AC dikarenakan
kumparannya yang diam ( statis ) dan magnetnya yang berputar .
Arus AC, nilai dan arahnya selalu
berubah dapat diamati dengan menggunakan alat uji arus dan tegangan seperti
osiloskop. Hasil pengamatan dari osiloskop menunjukan bahwa nilai arus dan
tegangan AC selalu berubah seiring waktu, mengikuti grafik Sinusiodal sebagai
berikut :
Grafik di atas menunjukan grafik
arus dan tegangan AC yang naik turun pada sumbu - Y dan terus berubah seiring
waktu ( t ) , pada sumbu – X :
Dapat dilihat pada grafik di atas
bahwa tegangan ( V ) dan arus ( i )
untuk arus AC selalu berfluktuasi ( naik turun ). Dalam prakteknya,
dapat diamati disaat kondisi daya listrik lemah atau rpm generator lambat. Kedipan lampu akan terlihat
jelas .
Contoh listrik arus AC selain
Stator pada sepeda motor, yaitu listrik PLN yang ada dirumah kita, pada saat
daya listrik lemah atau komponen stabilisator rusak , lampu berkedip kedip,itu
menunjukan tegangan dan arus AC naik turun .
Cara mengatasi agar arus AC tidak
berkedi – kedip maka dibutuhkan frekuensi putar yang cukup tinggi atau
dilengkapi dengan perangkat stabilisator seperti Trafo untuk listrik PLN, dan sekarang teknologi lampu sudah dilengkapi
dengan perangkat Dioda seperti lampu LED ( Light
Emiting Diode ), yang membuat lampu lebih stabil .
Alasan lain listrik dirumah
terlihat stabil karena frekuensi listrik AC PLN yaitu 50 Hz ( dibaca 50 Hertz )
yang artinya 50 getaran per detik . Dengan frekuensi getar yang sangat tinggi
maka fluktuasi arus dan tegangan tidak terjadi, sehingga lampu terlihat stabil .
Pada sepeda motor agar arus dan
tegangan keluaran stator stabil, maka dilengkapi dengan perangkat Regulator . Perangkat
regulator pada sepeda motor tersusun dari komponen elektronik, sebagaimana
contoh dibawah ini diberikan gambar bagian dalam dari Regulator Rectifier motor
Supra – X 125 .
Skema sederhana rangkaian
elektronik Regulator Rectifier, sebagi berikut :
Fungsi Kapasitor pada perangkat
Regulator Rectifier .
Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah komponen elektronika
pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan
kapasitansinya adalah Farad.
Kapasitor ( Kondensor ) memiliki
tipe cukup banyak diantaranya Electrostatic Condensor, Electrolytic Condensor, dan Electrochemical Condensor .
Dipasaran sering disebut Elco .
Kapasitor ( Kondensor ) mempunyai
sifat tidak dapat dilalui arus DC ( direct
Current ) dan dapat
dilalui arus AC ( alternating
current ), jadi arus AC dari Stator pada sepeda motor masuk ke
Regulator rectifier melalui Kapasitor/Kondensator terlebih dahulu kemudian untuk
disimpan sementara.
Kapasitor (Kondensator) di dalam rangkaian
elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang
dapat menyimpan energi/muatan listrik . Dengan kemampuannya ini maka Elco mampu
menyetabilkan tegangan .
Dioda Zener akan menyalurkan arus
listrik yang mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan
melampaui batas “Breakdown Voltage” atau
Tegangan Tembus Dioda Zenernya.
Bila Dalam Rangkaian, tegangan
Input (masuk) lebih dari 12V, saat tegangan melewati Dioda Zener tegangannya
akan menjadi lebih kecil dari 12 V misalkan hasil pengukuran pada rangkaian 6,8V.
Ini artinya tegangan akan turun saat melewati Dioda Zener yang dipasang secara
Bias .
Oleh karena itu, Dioda Zener
merupakan Komponen Elektronika yang cocok untuk digunakan sebagai Voltage
Regulator (Pengatur Tegangan), Dioda Zener akan memberikan tegangan tetap dan
sesuai dengan Tegangan Zenernya terhadap Tegangan Input yang diberikan.
Penggunaan Dioda Zener pada
Regulator Rectifier yaitu untuk Voltage
Regulator (Pengatur Tegangan) dan Over
Voltage Protection (Perlindungan terhadap kelebihan Tegangan). Fungsi Dioda
Zener dalam rangkaian-rangkaian tersebut adalah untuk menstabilkan arus dan
tegangan.
Perbedaan dengan transistor 2N5401
yaitu pada kaki – kaki transistor, pada transistor 2N5401 kaki Emitter berada
pada posisi 1 sedangkan pada
transistor 42 C kaki Emitter berada pada posisi
3 .
Dan pada transistor PNP type 42C ini, tegangan positif diberikan ke terminal Emitter untuk menghasilkan aliran arus dari Emitter ke Collector.
Apa itu transistor PNP dan transistor NPN ?
Sebelum membahas apa itu PNP dan
NPN, terlebih dahulu pahami tentang bahan penghantar listrik. Kita tahu bahwa
ada bahan yang dapat menghantarkan listrik ( disebut : konduktor ) dengan baik
yaitu tembaga atau Kuprum , Kemudian ada
bahan yang semi penghantar listrik ( disebut : semikonduktor) contoh Silikon (
Si ), dan juga ada bahan sebagai penghambat arus listrik ( disebut : Isolator )
misalkan karet .
Transistor merupakan sebuah alat yang
tersusun dari semikonduktor atau bahan yang memiliki sifat semi penghantar.
Contoh semikonduktor yang digunakan dalam elektronik adalah Kadmium sulfida,
Galium fosfida, Gallium arsenida, Timbal sulfida, Silikon karbida, Boron , Antimony
dan masih banyak yang lainnya. Dan perlu diketahui juga bahwa dari beberapa
contoh bahan semikonduktor itu ada yang memiliki muatan Positif dan ada juga yang
memiliki muatan negatif . Suatu bahan semikonduktor disebut bermuatan positif
karena kelebihan positron, sebaliknya suatu bahan semikonduktor disebut
bermuatan negatif karena kelebihan elektron .
Transistor PNP
Transistor PNP adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua
semikonduktor tipe-p yang mengapit semikonduktor tipe-n.
Semikonduktor tipe-p adalah
semikonduktor yang memiliki kelebihan positron ( muatan positif ) .
Semikonduktor tipe-n adalah semikonduktor yang memiliki kelebihan elektron ( muatan negatif ) .
Transistor NPN .
Transistor NPN adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua
semikonduktor tipe-n yang mengapit semikonduktor tipe-p .
D. Thyristor
Sejarah Singkat Thyristor .
Thyristor berasal dari penggabungan
dua kata, yaitu THYRATRON dan TRANSISTOR .
Thyratron adalah salah satu jenis
tabung yang diisi dengan gas dan digunakan seperti penyearah terkontrol serta
sakelar listrik daya tinggi. Tabung ini menangani arus tinggi seperti tabung
vakum keras.
Setiap kali gas di dalam tabung
terionisasi maka multiplikasi elektron dapat terjadi. Kejadian ini disebut
Townsend discharge. Gas-gas yang digunakan dalam tabung ini terutama meliputi
xenon, uap merkuri, neon, dan hidrogen. Tidak seperti tabung vakum, tabung ini
tidak dapat digunakan untuk memperkuat sinyal secara linear.
Thyratron pertama berasal dari
tabung vakum seperti UV-200 pada 1920-an. Tabung-tabung ini termasuk sejumlah
kecil gas argon yang meningkatkan sensitivitasnya seperti detektor sinyal radio
dan juga tabung relai LRS Jerman. Secara umum, Irving Langmuir, serta GS Meikle
dari GE, disebut sebagai peneliti paling awal yang memeriksa perbaikan
terkontrol dalam tabung gas pada tahun 1914.
Thyratron digunakan sebagai :
· Tabung ini bertegangan tinggi dan sakelar kerja cepat. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi seperti laser, radar dan penggunaan ilmiah .
· Tabung ini digunakan sebagai saklar listrik .
· Tabung ini digunakan sebagai penyearah terkontrol kotak .
· Tabung ini digunakan seperti generator sweep gigi gergaji di Televisi serta peralatan radar.
Dari konsep Thyratron di atas, yaitu
sebagai penyearah terkontrol serta sakelar listrik. Dengan modifikasi bahan dan
bentuk lebih sederhana, maka dibuatlah komponen yang bernama Thyristor yaitu alat
elektronik yang berfungsi sebagai saklar elektrik, pensetabil dan penyearah
arus .
Thyristor memiliki tiga kaki,
didalamnya terdapat 4 ( empat ) layer semikonduktor yaitu PNPN .
Fungsi Thyristor pada Regulator
Rectifier ( RR ) yaitu untuk menangani arus tinggi dan tegangan tinggi keluran
dari Stator, dengan kecepatan switching ( pensaklaran ) yang lebih baik dan tingkat pensetabilan tegangan
tembus yang lebih baik .
Bahan semikonduktor utama pada
Thyristor adalah silikon, Dan karena pada Regulator Rectifier ada komponen
Thyristor yang komponen utamanya semikonduktor silikon, maka Regulator
Rectifier sering disebut juga SCR ( Silikon Controlled Rectifier ) .
Dengan mengaitkan dari materi
sebelumnya pada Blog saya tsmlukman.blogspot.com, perlu dibuat kesimpulan,
bahwa Kiprok yang berasal dari bahasa Belanda Cuprum yaitu komponen kelistrikan
pada sepeda motor, memiliki nama sebutan lain, yaitu :
1)
Regulator Rectifier atau RR
2)
Silicon Controlled Rectifier atau SCR
Fungsi Kiprok/RR/SCR adalah untuk
:
1)
Menyearahkan arus AC menjadi DC .
2)
Menyesuaikan besaran arus dan tegangan .
3)
Mensetabilkan arus dan tegangan .
Keterangan
Warna :
Green/Hijau =
Massa ( ground ) .
Yellow/Kuning
= Arus AC bertegangan rendah ( 12 V ) dari Spul yang masuk ke Kiprok untuk
diubah menjadi DC sebagai arus Base untuk Transistor pada Kiprok, dan ada juga
yang diteruskan ke Lampu depan pada motor sistem penerangan listrik AC .
White/Putih =
Arus AC keluaran Spul bertegangan tinggi 20 V – 50 V , masuk ke Kiprok untuk
diubah menjadi DC yang diperuntukan sebagai arus pengisian .
Red/Merah =
Kabel Arus DC sekitar 14,8 V keluaran Kiprok yang diteruskan ke baterai sebagai
arus pengisian .
Black List
Red/Hitam Lis Merah = Arus AC keluaran Spul bertegangan tinggi sekitar 50 V –
100 V yang akan diubah menjadi DC dan disimpan sementara pada CDI .




























Komentar
Posting Komentar