Materi 9 TSM Sistem Penerangan.

Lembar Kerja Siswa.

Klik Disini


Sistem penerangan  pada sepeda motor adalah komponen – komponen kelistrikan yang saling berhubungan untuk menyalakan lampu penerangan Head Lamp ( Lampu Kepala ) dan lampu - lampu tanda sinyal pada sepeda motor.

Rangkaian dan komponen sistem penerangan pada sepeda motor diantaranya :

1.       Alternator/Stator /Spul/AC magneto.

2.        Rectifier Regulator/Kiprok

3.        Baterai.

4.        Sekring.

5.        Sakelar Dimmer dan Saklar Lampu.

6.        Lampu Depan/Kepala.

7.        Indikator Lampu Jauh

8.        Lampu Belakang

Ditinjau dari arus  penyuplai pada penerangan sepeda motor, terdapat 2 ( dua ) jenis penerangan, yaitu :

1.       Penerangan Arus AC ( Alternating Current )

Sumber listrik AC berasal dari Alternator/Stator/Spul/ AC magneto.

2.       Penerangan Arus DC ( Direct Current ).

Sumber listrik DC berasal dari Baterai.

Lampu kepala ( Head Lamp ) sepeda motor yang sumbernya AC akan menyala apabila :

1.       Kunci kontak ON

2.       Engine sepeda motor dalam keadaan hidup.

3.       Saklar lampu posisi dihidupkan.

Lampu kepala ( Head Lamp ) sepeda motor yang sumbernya DC akan langsung menyala disaat Kunci kontak di ON - kan.

Perbedaan yang tampak langsung dari sumber arus AC dan DC pada tampilan lampu kepala sepeda motor, yaitu :

1. Lampu kepala yang sumbernya AC, kualitas pencahayaannya sangat tergantung pada putaran mesin.

2.  Lampu kepala yang sumbernya DC, menyala dengan penerangan yang stabil, tidak tergantung pada putaran mesin.

Contoh sepeda motor dengan penerangan jenis AC yaitu Honda Grand Astrea, Supra X lama dan Mega Pro. Pada dasarnya jenis sepeda motor yang kualitas pencahayaan lampu kepalanya tergantung pada putaran mesin.

Contoh sepeda motor dengan penerangan jenis DC yaitu Honda Tiger 2000, Honda New Mega Pro, CBR, Verza dan Scoopy Fi. Pada dasarnya jenis sepeda motor yang kualitas pencahayaan lampu kepalanya stabil, tidak tergantung putaran mesin. Karena bersumber dari baterai.

Rangkaian Lampu Depan dan Belakang jenis arus AC .

Sumber arus penerangan AC ( Alternating Current ) bersumber dari Alternator/Stator/Spul. Arus listrik dari Alternator/Stator/Spul dialirkan ke sakelar lampu melalui kabel warna kuning ( Y = Yellow ).

Pada saat sakelar lampu ditekan ke posisi P ( Position ), maka arus listrik akan diteruskan ke tiga bagian, yaitu lampu senja/kota, lampu belakang ( TL = Tail Light ) dan lampu indikator spidometer melalui kabel warna cokelat ( Br = Brown ) untuk selanjutnya ke massa ( G = Ground ).

Kemudian apabila sakelar lampu ditekan lagi ke posisi HL ( Head Lamp/Lampu Kepala ) maka arus akan diteruskan ke saklar Dimmer ( sakelar lampu jauh-dekat ) melalui kabel warna Biru garis putih ( Bu/W = Blue List White ).

Dari sakelar Dimmer, arus akan keluar melalui dua kabel, yaitu kabel putih dan kabel biru. Kabel putih ( W = White) untuk lampu dekat,  kabel warna biru ( Bu = Blue ) untuk lampu jauh dan kemudian selanjutnya ke massa ( Ground ).

Sebagai gambarannya dapat dilihat cuplikan wiring diagram ( Diagram Pengkabelan ) berikut ini.


Saklar berada pada holder ( pegangan ) stang kiri dan kanan kemudi sepeda motor.











Kombinasi sakelar seperti di atas yaitu yang memiliki desain saklar lampu ( HL P ● ). Saat ini sudah jarang digunakan, mengingat kebijakan pemerintah mengenai lampu depan yang harus menyala disiang hari berdasarkan Undang – Undang No. 22 Tahun 2019 tentang “  lalu lintas dan angkutan jalan “. Dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan, karena dengan meyalakan lampu disiang hari, pengendara diharapkan dapat melihat sinar lampu pengendara lain, sehingga akan berhati – hati. Namun kendala dilapangan banyak keluhan dari pengguna jalan raya bahwa dengan melihat sinar lampu disiang hari dirasakan mata menjadi silau, kemudian dari faktor teknis dikeluhkan juga  baterai cepat habis.

Ambil hikmah positifnya, bahwa dengan melihat signal lampu maka pengendara akan terjaga untuk tidak ngebut disaat mengendarai kendaraanya, apalagi disaat hujan dan kabut baik dimalam hari atau siang hari tentunya membutuhkan penerangan lampu.

Berkaitan dengan faktor teknis, semua ATPM ( Agen Tunggal Pemegang Merek ) sepeda motor Honda, Yamaha, Suzuki dan lainnya mengupgrade teknologi pengisian pada sepeda motornya menjadi lebih tangguh dan merubah rangkaian sistem lampu penerangan tanpa sakelar lampu depan HL  ( Head Lamp/ Lampu Kepala ). Dengan sumber arus ke HL ( Head Lamp ) menggunakan jenis penerangan DC, yaitu penerangan yang sumber arusnya dari Baterai agar stabil. Pada rangkaian ini arus dari baterai dilangsungkan ke sakelar Dimmer ( Sakelar lampu Jauh – dekat ) sehingga pada saat sepeda motor dihidupkan lampu depan langsung menyala.

Rangkaian Lampu Depan dan Belakang jenis arus DC .










Sumber arus penerangan DC ( Direct Current ) bersumber dari Baterai, oleh karena itu arus tidak tergantung pada putaran engine, sehingga penerangan lampu dengan sumber DC, pencahayaannya stabil.

Jalur – jalur kelistrikannya adalah sebagai berikut : Arus listrik dari Baterai dialirkan ke sikring ( Main Fuse ) 20 Ampere melalui kabel berwarna merah ( R = Red ) menuju Ignition Switch ( Saklar Kunci Kontak ) .

Pada saat kunci kontak ON, arus diteruskan ke Terminal Lampu melalui sikring 15 A. Pada Terminal Lampu, ada terminal TL dan HL.

TL adalah Tail Light yaitu jalur arus lampu belakang. Dan HL adalah Head Lamp yaitu jalur arus lampu kepala atau lampu depan. Pada keluaran HL,  arus terbagi dalam dua aliran pada saklar Dimmer atau Saklar Lampu Jauh Dekat.

Saklar lampu dekat ( Lo ), arus mengalir melalui kabel berwarna Putih W ( White ). Sedangkan saklar lampu jauh ( Hi ), arus mengalir pada kabel berwarna Biru Bu ( Blue ). Dimana pada lampu Jauh terhubung dengan lampu Hi Beam Indicator atau Indikator Lampu Jauh yang berwarna biru terletak di Dashboard Kilometer.








Gambar saklar dimmer :


Sumber :

Buku Pedoman Reparasi Honda.


 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 1 TSM Sistem Pengisian Sepeda Motor