Materi 13 TSM Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Sinyal Pada Sepeda Motor ( Indikator Bahan Bakar dan Klakson ).

 

Lembar Kerja Siswa

Klik Disini


Lembar Kerja Praktek

Klik Disini


A.     Indikator Bahan Bakar.

Yang dimaksud dengan Indikator bahan bakar pada sepeda motor adalah volum meter yang menunjukan kondisi isi bahan bakar yang berada pada tangki bensin sepeda motor. Indikator bahan bakar menunjukan gambaran pada pengendara sepeda motor tentang kondisi volum bahan bakar yang ada pada tangki, yaitu menunjukan apakah bahan bakar masih penuh, ¾ penuh, ½ penuh, ¼ penuh atau sudah kosong.

Jika indikator bahan bakar rusak, akan menjadi masalah bagi pengendara, karena tidak dapat mengontrol apakah bahan bakar masih ada atau sudah kosong. Maka tidak jarang kita jumpai seorang pengendara mendorong sepeda motornya dikarenakan kehabisan bensin. Oleh karena itu bila terjadi kerusakan pada indikator bahan bakar harus segera dilakukan perbaikan. Namun sebelum memahami perbaikan, harus terlebih dahulu mengetahui cara kerja indikator bahan bakar atau fuel meter  ( meter bahan bakar ).

1.      Cara Kerja Indikator Bahan Bakar.

Fuel meter yang digunakan pada sepeda motor karburator ( noninjeksi ) pada umumnya bertipe analog. Dan terdiri dari dua jenis, yaitu fuel meter dengan 2 ( dua ) terminal dan fuel meter dengan 3 ( tiga ) terminal. Perbedaan dari kedua fuel meter tersebut tidaklah jauh berbeda, perbedaanya hanya pada jumlah terminal Fuel Gauge Sending Unit atau unit pengukur bahan bakar.

Perbedaan kedua fuel meter dapat dilihat pada skema kelistrikan berikut ini :


Dapat dilihat pada rangkaian di atas bahwa 1 ( satu ) terminal input massa ke fuel gauge terhubung dengan potensiometer, dan 1 ( satu ) terminal lagi terhubung dengan massa ( Ground ).


Dapat dilihat pada rangkaian di atas bahwa, jalur massa terhubung ke fuel gauge akan berada pada 2 ( dua ) input massa, yaitu posisi full dan posisi kosong ( Jalur Y/W ). Dan 1 ( satu ) terminal lagi yaitu pembacaan pada potensiometer yang terhubung dengan massa ( Ground ).

Namun pada dasarnya, cara kerja fuel meter 2 ( dua ) terminal dan fuel meter 3 ( tiga ) terminal sama, yaitu menggunakan metode potensiometer. Potensiometer adalah pengaturan level berdasarkan hambatan yang terbaca.

Perbedaanya :

a) Fuel meter 2 ( dua ) terminal, pelampung tinggi ( Bensi full ) hambatan potensiometernya besar.

b) Fuel meter 3 ( tiga ) terminal, pelampung tinggi ( Bensin full ) hambatan potensiometernya kecil.

Untuk motor EFI yang fuel gaugenya sudah digital, pada dasarnya merupakan fuel meter 3 ( tiga ) terminal, dengan warna kabel hitam, merah dan ping.



2.      Pemeriksaan Dan Perbaikan Indikator Bahan Bakar.

Ketika tangki penampung bensin diisi full namun meter indikator dari bahan bakar pada speedometer tidak berfungsi artinya tidak menunjukan volume sesungguhnya dari volume yang ada pada tangki bensin, maka dipastikan bahwa sistem indikator bahan bakar itu rusak. Hal ini perlu dilakukan perbaikan pada rangkaian dan komponen sistem indikator bahan bakar

1)      Fuel Unit

Fuel Unit atau Fuel Sender dikatakan kondisinya baik apabila memiliki tahanan listrik yang sesuai standar, baik pada saat kondisi bahan bakar penuh ( pelampung posisi di atas ), maupun kosong ( pelampung posisi di bawah ).

Khususnya untuk sepeda motor Honda yang menggunakan indikator penunjuk jarum, dengan terminal kabel ( konektor ) pada Fuel Unit terdiri dari 3 ( tiga ) terminal ( 3P Connector ) dengan  warna kabel : Biru/Putih ( Bu/W ), Kuning/Putih ( Y/W ), dan Hijau ( G ).


Sebagai contoh, berikut ini hambatan standar pada fuel unit motor Honda Revo 110.












Hambatan standar pada fuel unit motor Yamaha Jupiter Z.

Besarnya hambatan pada pengukuran Fuel Sender motor Honda Karisma Fuel Gauge sudah Digital. 


2)      Rangkaian Indikator Fuel Meter

Hal lain jika jarum meter tidak bergerak, harus dilakukan pemeriksaan juga pada sambungan kabel kombinasi ( Combination Meter Assembly ) yang menghubungkan massa dengan fuel meter.












Pemeriksaan pada sambungan ini dapat dilakukan bila kondisi perangkat lain di bawah ini normal, seperti :

a)      Baterai

b)      Sekring

c)       Fuel Meter

Langkah – langkah pemeriksaannya sebagai berikut :

a)  Buka kunci tempat duduk dengan anak kunci kontak dan naikan tempat duduk.

b)  Lepaskan Fuel Level Sensor 3P Connector ( Hitam ) dan lepaskan Wire Harness dari Clamp.

   



c)  Hubungkan singkat Fuel Level Sensor Connector Terminals pada sisi Wire harness dengan kawat penghubung.

Hubungkan : Kuning/Putih dengan Hijau.

 

d)  Putar Ignition Switch ke ON dan periksa Fuel Meter, jika jarum Fuel Meter bergerak ke “ F “ maka Wire Harnes normal.

e)      Berarti kerusakan terjadi pada Combination Meter Assembly.


Pada kasus lain, jika jarum bearada pada posisi “ F “ saja dan tidak bergerak. Maka lakukan pemeriksaan sebagai berikut :

a)  Buka Handle Bar Rear Cover dan hubungkan Combination Meter Sub Harness 9P/6P Connectors.




b)      Lepaskan fuel level sensor 3P Connector ( Hitam ).


c)  Periksa terhadap kontinuitas antara fuel level sensor connector pada sisi wire harness dan meter terminal.

 

Hubungkan :  Biru/Putih – Biru/Putih


d)    Jika tidak ada kontinuitas ( hubungan ), berarti ada rangkaian terbuka pada kawat Biru/Putih.

e)  Tapi jika ada kontinuitas ( hubungan ), periksa Fuel Level Sensor. Jika Fuel Level Sensor Normal berarti kerusakan pada Combination Meter Assembly. Maka Combination Meter Assembly perlu diganti.


A.     Klakson.

Klakson adalah perangkat pada kendaraan yang berfungsi untuk memberikan tanda peringatan berbentuk suara kepada kendaraan lain.

Klakson digunakan jika pengendara akan mendahului kendaran didepannya, memberi peringatan pada pejalan kaki, atau memberi peringatan pada kendaraan lain agar berhati – hati.

Jika klakson rusak maka pengendara tidak dapat memberikan peringatan pada pengendara lain, sehingga pengendara lain tidak mendapatkan sinyal perhatian. Hal ini akan membahayakan pengendara lain karena dapat menimbulkan kecelakaan. Sehingga alasan ini, seorang pengendara akan dikenakan sangsi lalulintas jika mengendarai kendaraan yang klaksonnya tidak berfungsi.

Bila terjadi kerusakan pada klakson maka pemilik atau pengendara harus segera memperbaikinya. Namun agar mudah dalam proses perbaikannya dan tidak terjadi kesalahan, maka harus mengetahui juga cara kerja rangkaian klakson, setelah itu baru memeriksa dan memperbaikinya.

1.      Cara Kerja Klakson.

Alasan Klakson berbunyi yaitu karena plat membran mendapatkan getaran dari gaya elektromagnetik yang berasal dari kumparan magnet yang dialiri arus.

Rangkaian kelistrikan klakson pada sepeda motor :


Jalur arus pada rangkaian klakson, hingga Klakson berbunyi :

Disaat Kunci Kontak ON, arus listrik dari Baterai mengalir ke Sekring Utama dan kemudian ke Kunci Kontak. Dari Kunci Kontak arus diteruskan ke Sekring Bantu kemudian ke Tombol Klakson. Disaat Tombol Klakson ditekan, arus mengalir menuju Horn ( Klakson ) kemudian ke Massa sehingga Klakson berbunyi.

2.      Pemeriksaan Dan Perbaikan Klakson.

Langkah – langkah pada pemeriksaan dan perbaikan Klakson, sebagai berikut :

a)   Periksa sambungan kabel – kabel dan konektor klakson, dan pastikan tidak putus atau kendor.

b)   Periksa kondisi Kunci Kontak dan tegangan baterai,  pastikan normal.

c)  Pada posisi tombol Klakson ditekan, periksa kontinuitas ( hubungan ) kabel input dan output pada tombol klakson dengan menggunakan Ohmmeter, pastikan terdapat hubungan.

d)  Periksa kondisi Klakson dengan menghubungkan langsung dengan Baterai, pastikan Unit Klakson berfungsi baik.


e)   Periksa besarnya tegangan ( Voltase ) pada Klakson dan hubungan terminal massanya, dengan menggunakan Multitester. Sebagaimana gambar berikut :


Pastikan tegangan yang terbaca sesuai dengan tegangan baterai, dan pada pemeriksaan hubungan massa, menunjukan terdapatnya hubungan ( Kontinuitas ).


Sumber :

Manual Book Honda, Yamaha dan Suzuki.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 1 TSM Sistem Pengisian Sepeda Motor